Selama ini, banyak motivator mencrack Cara meraih Kesuksesan Tokoh-Tokoh Sukses dibidangnya. Katakanlah T.A Edison (Penemu Lampu),  Einstein (Teori Relativitas), Oprah (Host), Sukarno (Presiden RI Pertama), Mahatma Gandhi (Tokoh Nasional India) dan Tokoh-Tokoh  hebat lainya. 

 

Namun Ternyata, Pondasi Mental sukses hasil dari Crack tokoh-tokoh Hebat diatas Sudah dapat kita pelajari dengan  melihat perilaku manusia saat kanak-kanak. 

 

Dari hasil pengamatan saya terhadap  Anak tersayang saya, Fadlan Arvan Rilando, saya menemukan Fondasi mental sukses yang ternyata sudah ditunjukkan Allah kepada kita, tergantung maukah kita memperhatikannya atau tidak.

 

Berikut adalah hasil pengamatan saya terhadap perilaku anak saya yang menunjukkan bahwa kesuksesan sudah bisa dipelajari dari partumbuhan dan perkembangan anak-anak.

 

1.Untuk Sukses manusia harus sadar bahwa dia makhluk sosial, bukan individual

 Pelajaran ini bisa saya petik ketika Fadlan terlahir kedunia ini hanya bermodalkan Tangisan maka segala kebutuhan Vital (minum, pakaian dan lain-lain) yang dia inginkan bakal dilakukan oleh orang-orang disekitarnya.

 Siapapun manusia sukses dimuka bumi ini tidak terlepas dari peran orang-orang disekitarnya. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun bisa menyebarkan ajaran Agama Islam dengan bantuan para Sahabat dalam penyebaran ajarannya. 

 Tidak mungkin ada Guru Sukses tanpa ada murid, tidak mungkin ada penjual sukses bila tanpa ada pembelinya.

 Ini membuktikan bahwa ajaran kesuksesan itu bisa tercapai apabila kita bisa membangun team work/ Network terhadap orang lain dan ternyata Pola ini sudah di Tunjukkan Allah melalui Anak yang baru lahir. Apakah anda sudah memperhatikannya ? 

 Pernah dengar motivator yang mengatakan agar sukses, sukseskan dulu orang lain. Dan saya sangat setuju dengan pendapat itu.

2. Untuk Sukses, Anda Harus Fokus terhadap Goal.

Mungkin kalimat ini sudah sering anda baca maupun anda dengar dengan para motivator, namun faktanya. Cara ini sudah ditunjukkan oleh perilaku bayi saat kecil.


Beberapa bulan lalu anak saya baru pandai merangkak (saat ini usianya 10 bulan), saat itu anak saya senang dengan mainan Bola, yang namanya Bola pasti selalu menggelinding. Nah dikarenakan bola tersebut terletak agak jauh  dari  tempatnya, maka tanpa memperhatikan daerah sekitar dia pun merangkak untuk mengejar bola itu  sampai dapat.


Coba anda lihat tokoh-tokoh sukses seperti David Beckham, Tiger Wood, Kobe Bryant atau  Tom Cruise. Apa yang menjadikan mereka sukses ? yup. Salah satunya adalah Fokus terhadap apa yang mereka lakukan. Beckham mencapai kesuksesan sebagai pemain terbaik karena dia focus dalam berlatih sepak bola.

 

Ketika kita sudah fokus terhadap suatu hal, maka kita akan mengabaikan hal-hal yang bukan bagian dari focus kita.


Pernahkah anda lupa waktu saat game. Ya karena anda menganggap melihat jam bukan bagian dari focus yang anda arahkan.


Apakah anda sudah punya Goal saat ini ? dan apakah anda sudah membaginya kedalam 3 bagian. Goal jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang ?

 

Buatlah Goal anda sekarang juga, karena tidak ada yang namanya sukses tanpa didahului oleh Goal / tujuan.

 

Lagi-lagi, pondasi Mental Sukses sudah diperlihatkan Allah kepada kita melalui perilaku bayi.. sudahkah anda menyadarinya ?

 

3.      Ketika Gagal, ganti Fokus.

 

Einstein pernah berujar, Hanya Orang gila yang menginginkan Hasil Berbeda namun dengan tetap melakukan hal yang sama.

 

Tentu dalam hidup tidak selamanya keinginan akan selaras dengan kenyataan. Namun mental orang sukses selalu mengajarkan untuk tidak larut dalam kegagalan dan ganti dengan Cara baru.

 

Hal ini ternyata bisa kita pelajari dari perilaku Bayi. Lanjutan dari cerita diatas saat Fadlan mengejar bola, dia tidak melihat bahwa letak bola yang dilantai dapat membuatnya terjatuh dari kasur, disaat dia mengejar bola tadi, untung saja tempat tidur dan lantai tingginya cuma beberapa jengkal.Walaupun begitu, Fadlan menangis karena rasa sakit yang dialaminya. Namun tahukah anda cara tercepat dan termudah agar anak berhenti menangis saat mengalami hal seperti itu ? yak.. alih focus.. liat..liat CICAK..Cicak… dan langsung seketika tangisannya hilang (artinya sakitnya tidak terlalu parah, hehe, kalau tetap nangis saat alih fokus hubungi dokter terdekat)

 

 

Para pembaca sekalian, Kita harus sadar, selama kita hidup. Kita memiliki yang  namanya perjalanan kehidupan. Dan perjalanan kehidupan itu akan melewati  2 arah. Yang pertama adalah perjalanan ke hal-hal yang kita inginkan dan yang kedua adalah kebalikannya, yaitu perjalanan ke hal yang tidak kita inginkan. 

 

Perjalanan yang dimaksud ini adalah, ada kalanya hari ini kita mendapatkan apa yang kita inginkan (misalnya membeli mainan, perhiasan, mobil, rumah, mendapatkan anak dan lain-lain) dan bisa jadi dihari berikutnya kita mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan (misalnya bencana alam, penipuan, di fitnah, kehilangan, sakit, ditinggal Wafat orang tersayang dan lain-lain).

Perjalanan kehidupan ini tidak pernah berhenti sedetikpun, sehingga kita diwajibkan memiliki bekal untuk mempersiapkan diri dalam menjalani perjalanan ini.

 

 

4.      Untuk membangun network, anda membutuhkan rapport

 

Diawal tadi sudah saya singgung bahwa kita adalah makhluk social, dan untuk sukses kita membutuhkan orang lain. Lalu bagaimana agar orang lain bisa bekerja sama dengan kita ? itu lah yang disebut dengan perlunya melakukan Rapport

 

Secara defenisi Rapport adalah suatu hubungan(relationship) yang ditandai dengan keharmonisan, kesesuaian, kesetaraan, kecocokan, dan saling tarik menarik. 

 

Pernahkah anda melihat orang dikantor anda yang karirnya cepat melejit. Terlepas dari pikiran anda mengatakan bahwa dia penjilat tapi sebenarnya yang dia lakukan adalah membentuk Rapport, dimana mereka saling mengenal, cepat akrab satu dengan lainnya. Yang saya contohkan adalah pola rapport dalam mencapai kesuksesan, namun cara menjilat atasan tidaklah baik untuk di tiru. Banyak contoh rapport lain yang bisa membuat anda akrab dengan atasan anda.

 

Contoh Rapport ini saya pelajari dari perilaku Fadlan ketika  shalat Iedul Fitri kemarin. Saat masuk kedalam masjid dan semua jemaah masih dalam keadaan duduk dan bertakbir, anak saya diam dan tenang saja. Namun ketika saat shalat dimulai dan semua orang pada berdiri, saat itulah anak saya menangis sekuat-kuatnya sehingga membuat ibundanya (istri saya) kembali duduk  sampai tangisan nya berhenti walaupun akhirnya istri saya tidak bisa melaksanakan shalat Id.

 

Kesetaraan saat istri saya duduk saat bersama fadlan membuatnya nyaman, namun begitu istri saya bersama yang lainnya berdiri untuk shalat, spontan membuat anak saya ketakutan dan menangis. Disini membuktikan kesetaraan membuat nyaman dan ketidak setaraan akan menimbulkan ketidak nyamanan. Team work bisa berlangsung harmonis dan bertahan dalam waktu jangka panjang apabila memiliki kenyamanan dalam bekerjasama dan kenyamanan bisa dibangun melalui rapport yang baik

 

Tahukah anda dulu Alm Lady Diana sangat digemari oleh anak-anak ? itu disebabkan karena mantan menantu Ratu Inggris tersebut disaat berjumpa dengan anak-anak mengambil posisi jongkok agar secara fisiologis tubuh tinggi sang lady dan sang anak sama sehingga keakraban pun mudah terjalin diantara mereka.

 

Kesamaan visi, kesamaan belief/value, komitmen, kesamaan fisiologis adalah hal-hal yang membentuk rapport dan  sangat penting dalam menjalani hidup bersosial. Coba lihat disekitar anda orang-orang yang sudah bercerai ataupun sedang pisah ranjang, dapat dipastikan bahwa rapportnya sudah memudar diantara mereka.

 

Sungguh besar kasih Sayang Allah kepada hambanya. Selain memberikan kiat sukses dunia akhirat melalui kitab Suci dan kehadiran baginda  Rasul, Allah juga mencontohkan perilaku sukses yang bisa diambil dari perilaku bayi baru lahir.. Subhanallah.

 

Ini adalah hasil pengamatan saya saat ini dari perilaku anak dalam membentuk Fondasi mental sukses dalam menjalani kehidupan ini. Tentu untuk meraih sukses ada halpenting lainnya yang perlu kita miliki yaitu ILMU dan ilmu tentunya kita dapatkan dari pengalaman dan pembelajaran selama kita hidup. Namun Fondasinya sudah bisa kita pelajari dari perilaku anak sejak kecil.

 

Wassalam

dr. Dinno Rilando, CCh, LM-NLP, CI

Dokter | Trainer| Motivator | Hypnoterapis

Twitter              @dinnorilando

WA                  081268268282