Saya awali pembahasan ini melalui legalitas pengobatan Hipnoterapi di Indonesia, Sejak Tahun 2007,Menteri Kesehatan dalam PERMENKESNYA  Nomor : 1109/Menkes/Per/2007 telah menjadikan pengobatan hipnoterapi kedalam pengobatan Komplementer-Alternatif bersama dengan pengobatan akupuntur, gurah, jamu, aromaterapi dan lainnya. Artinya Pengobatan Hipnoterapi sudah syah dan legal sebagai pengobatan yang diakui oleh Negara.

Yang dimaksud dengan Pengobatan Komplementer sendiri adalah  Pengobatan komplementer tradisional – alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik dan belum diterima dalam kedokteran konvensional

Di dunia Sendiri sejak tahun 1955 British Medical Association (Asosiasi Kedokteran Inggris) telah mengakui keberadaan hipnoterapi dan pada Tahun 1958 pengakuan itu juga didapatkan dari American Medical Association (Asosiasi Kedokteran Amerika), dan selanjutnya oleh American Psychological Association (Asosiasi Psikologi Amerika) pada tahun 1960.

Sedangkan di Indonesia, Pada tahun 2012 Konsil Kedokteran Indonesia mengeluarkan ketentuan Standard Kompetensi Indonesia bahwa Hinoterapi merupakan kompetensi yang dipelejari di kurikulum Psikiatri. Sayangnya  dilapangan belum semua psikiater mepraktekkan hipnoterapi didalam praktek kesehariannya.

Sekarang mari kita mulai pelajari HYPNOSIS lebih detail.

Defenisi Hypnosis  menurut US department of Education,Human Services Division  :

Hypnosis is the by pass of critical factor of consius mind and followed by establishment of acceptable selective thinking

Hypnosis  adalah tertembusnya critical factor dari fikiran sadar yang diikuti oleh pemikiran (sugesti/ide) tertentu

Artinya jika ada sugesti yang diberikan tanpa ada penolakan oleh suyet maka disitulah terjadi proses Hipnosis.

Untuk bisa lebih memahami proses bagaimana sugesti bisa menimbulkan  Hipnosis,maka kita harus memahami cara kerja pikiran kita terlebih dahulu.

Pikiran secara garis besar terbagi dari Pikiran Sadar (Conscious Mind) dan Pikiran Bawah Sadar (Unconscious Mind)


A.                 Concious Mind (CM, Pikiran Sadar)


Adalah bagian yang bersifat logika dan analitis. Ia berfungsi untuk mencari alasan-alasan mengapa ingin melakukan sesuatu, serta berurusan dengan fungsi memori sementara. Secara singkat, CM adalah sistem yang dipakai jika sedang berpikir apapun, misalnya ketika memilih menu makan siang, mencari solusi ujian, mengatur jadwal penyelesaian tugas kantor, dan sebagainya.

 

Pikiran sadar memiliki 4 Fungsi

 

  1. Identifikasi : Mengidentifikasi informasi yang diterima melalui panca indera penglihatan, pendengaran, penciuman pengecap, dan sentuhan atau perasaan.
  2. Membandingkan : Informasi yang masuk dibandingkan dengan data base (referensi, pengalaman,  dan lain-lain) yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar.
  3. Analisa : Memeriksa informasi yang masuk dengan membagi informasi itu menjadi komponen yang lebih kecil agar dapat diperiksa dengan seksama.
  4. Memutuskan : Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang telah masuk.

 

Unconcious Mind (UM, Pikiran Bawah Sadar)

Bertanggung jawab terhadap penyimpanan memori jangka panjang dan pengekspresian emosi. Sistem UM sama sekali tidak memiliki keterbatasan kapasitas. Ia menyimpan segala sesuatu dengan baik, tanpa memilah-milah arti maupun nilai moralnya. Bagian ini tidak akan berpikir atau menganalisa, melainkan sekedar bereaksi sesuai apa yang sudah diprogramkan. Program-program tersebut bisa berbentuk pengalaman, kepercayaan, dan ide-ide apapun yang  dipelajari di sepanjang hidup ini. Dalam hipnosis, bagian inilah yang diakses dan diajak untuk berdialog. UM adalah pusat database dari seluruh kehidupan.

Jika pintu UM telah dibuka lewat proses hipnosis, maka orang tersebut dapat memperbaiki bagian memori yang terluka, membuang memori buruk, dan menanam sugesti baru yang lebih berguna bagi hidup. Misalnya, ketika seseorang yang pernah dilukai secara emosional ketika usia kecil, ada kemungkinan SM akan berusaha melindunginya agar tidak terluka lagi. Caranya adalah dengan membuat orang itu sulit untuk merasakan sayang kepada orang lain, atau bisa juga malah menjadi sangat paranoid.

Untuk bisa menyembuhkan hal tersebut, tidak bisa sekedar diberi nasihat saja (alias menggunakan logika CM). Orang tersebut harus mengunjungi SM-nya dan melakukan perawatan yang diperlukan di sana, barulah secara otomatis ia bisa mulai menikmati rasa sayang ataupun kehilangan kebiasaan paranoidnya tanpa perlu dinasihati. (Kahija YF, 2007).

Pikiran bawah sadar menyimpan hal-hal berikut

      a. Kebiasaan (baik, buruk, reflek)

      b. Emosi. Bagaimana perasaan kita terhadap hal-hal tertentu, terhadap orang lain.

   c. Memori jangka panjang. Tempat menyimpan informasi yang bersifat permanen. Ada memori yang tidak dapat diingat            dalam  kondisi sadar, namun dapat dimunculkan dengan bantuan hipnosis.

      d. Kepribadian.

      e. Intuisi. Perasaan mengetahui sesuatu secara instingtif, berhubungan dengan spiritual.

      f.  Kreativitas. Kemampuan mengubah visi, pemikiran, impian menjadi kenyataan.

      g. Persepsi. Bagaimana kita melihat dunia menurut kaca mata kita.

      h. Belief dan value. Belief adalah segala sesuatu yang kita yakini sebagai hal yang benar. Value atau    nilai adalah segala sesuatu yang kita pandang sebagai hal yang penting.

Disinilah Peran Hipnoterapi.

Hipnoterapi Adalah Terapi menggunakan Hipnosis, Hipnosis adalah seni berkomunikasi terhadap Pikiran Bawah Sadar. Seandainya suyet punya permasalahan di bawah sadarnya apakah Kebiasaan,emosi,kepribadian atau persepsi yang salah dan ingin dirubah, maka menggunakan tekhnik Hipnoterapi adalah solusi yang terbaik.

Gelombang Otak

 Sampai saat ini EEG adalah alat yang sering diandalkan para peneliti yang ingin mengetahui aktivitas pikiran seseorang.

  1. Beta adalah kondisi pikiran pada saat seseorang sangat aktif dan waspada. Kondisi ini adalah kondisi umum ketika seseorang tengah beraktivitas normal. Beta digunakan untuk berpikir, proses kreatif,  berinteraksi dan menjalani kehidupan sehari-hari. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 14–24 Cps (diukur dengan perangkat EEG) .(Gunawan AW.,2008).
  2. Alpha adalah kondisi pikiran yang rileks dan santai, ketika seseorang tengah fokus pada suatu hal (belajar, mengerjakan suatu kegiatan teknis, menonton televisi), berdoa, meditasi, atau pada saat seseorang dalam kondisi relaksasi. Manfaat utama alfa adalah sebagai jembatan penghubung pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Memungkinkan seseorang mengingat mimpi saat terbangun. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 7–14 Cps. .(Gunawan AW.,2008).
  3. Theta adalah kondisi relaksasi yang sangat ekstrim, sehingga seakan-akan yang bersangkutan merasa “tertidur”, kondisi ini seperti halnya pada saat seseorang melakukan meditasi yang sangat dalam. Theta muncul saat kita bermimpi, atau kondisi REM (Rapid Eye Movement).  Semua pengalaman meditasi seperti keheningan, puncak kebahagiaan dapat dirasakan. Saat ingin mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, harus masuk ke theta. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 3.5 – 7 Cps. (Gunawan AW.,2008).
  4. Delta adalah kondisi tidur normal (tanpa mimpi). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 0,5 – 3,5 Cps. .(Gunawan AW.,2008).

 

CARA KERJA HIPNOSIS

 Kondisi hipnosis sebenarnya identik dengan gelombang otak alfa dan theta.  Saat seseorang berada dalam kondisi trance maka kisaran gelombang otaknya pasti berada di antara alfa dan theta.

Yang sangat menarik, bahwa kondisi Beta, Alpha, dan Theta, merupakan kondisi umum yang berlangsung secara bergantian dalam diri kita. Suatu saat kita di kondisi Beta, kemudian sekian detik kita berpindah ke Alpha, sekian detik berpindah ke Theta, dan kembali lagi ke Beta, dan seterusnya. (Ellias.,2009).

Pada saat setiap orang menuju proses tidur alami, maka yang terjadi adalah gelombang pikiran ini secara perlahan-lahan akan menurun mulai dari Beta, Alpha, Theta, kemudian Delta dimana kita benar-benar mulai tertidur. Perpindahan wilayah ini tidak berlangsung dengan cepat, sehingga sebetulnya walaupun seakan-akan seseorang sudah tampak tertidur, mungkin saja ia masih berada di wilayah Theta.

Pada wilayah Theta seseorang akan merasa tertidur, suara-suara luar tidak dapat didengarkan dengan baik, tetapi justru suara-suara ini didengar dengan sangat baik oleh pikiran bawah sadarnya, dan cenderung menjadi nilai yang permanen, karena tidak disadari oleh “pikiran sadar” yang bersangkutan (Ellias.,2009).

  •      Pikiran sadar dan bawah sadar berkomunikasi satu dengan yang lain dengan atau tanpa kita sadari. Pikiran sadar mengirimkan berita ke pikiran bawah sadar untuk melakukan sesuatu, begitu pikiran sadar berpikir maka otot-otot yang sesuai segera bergerak menjalankan perintah tersebut yang dikendalikan pikiran bawah sadar, hal tersebut terjadi oleh karena hasil latihan sejak kecil. (IBH.,2002).
  •      Pikiran bawah sadar  tidak selalu sejalan dengan pikiran sadar. Kadang kadang pikiran bawah sadar sudah memiliki program sendiri , emosi, kebiasaan, kepercayaan, yang sudah tertanam sebelumnya. Ternyata pikiran bawah sadar  mempengaruhi sikap dan perilaku manusia dibandingkan pikiran sadar. (IBH.,2002).


Sensasi Selama dihipnosis

Berbeda-beda setiap orang,umumnya?

      Rileks.

      Nyaman,damai,tenang.

      Tubuh terasa ringan.

      Tubuh terasa lemas dan berat tuk digerakkan.

      Merasakan menyatu dengan alam.

      Merasakan hangat diseluruh tubuh.

      Ada yang tidak merasakan apapun walau telah terjadi perubahan kesadaran dan sugesti yang diberikan sudah memberikan hasil.


Mitos Tentang Hipnosis

  1. Loss of consciousness.
  2. Surrender of will .
  3. Weak mindedness.
  4. Revelation of secrets.
  5. Fear of not being revived.
  6. Dominant personality.

 inilah semua mitos yang salah, orang yang dihipnosis itu sadar, bukan takluk sepenuhnya terhadap keinginan sipenghipnosis, bukan juga hanya orang yang lemah IQnya yang bisa dihipnosis karna semua orang bisa dihipnosis asal bisa berkomunikasi dua arah.

 Kenapa Perlu Mempelajari Hipnoterapi?

 karna banyak sekali sumber penyakit atau keluhan sumbernya dari bawah sadar.

Tubuh manusia sangat luar biasa,karna memiliki kecerdasan tersendiri dan memiliki segala sesuatu yg dibutuhkan  untuk mengatasi semua masalahnya yang diperlukan hanyalah cara untuk menggunakannya. (National Guild Hypnotist, Inc).

 “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu  dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada.” (Yunus [10]: 57).

Sakit yang diderita tubuh, terlihat oleh jiwa saat mata tertutup (Hipocrates).


Lalu apa saja manfaat Hipnoterapi?

Hipnoterapi dapat digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan pikiran dan emosi, dan juga berbagai kasus lainnya seperti:
•   Mengatasi insomnia.
•   Meningkatkan rasa percaya diri.
•   Menyembuhkan Phobia.
•   Membebaskan diri dari rasa grogi ketika melakukan presentasi.
•   Stress karena terlalu banyak pikiran.
•   Mengalami depresi.
•   Bangkit dari kesedihan yang mendalam.
•   Mengendalikan emosi atau amarah yang berlebihan baik terhadap anak atau pasangan.
•   Menetralisir rasa sakit hati.
•   Menangani KONFLIK DALAM DIRI.
•   Membebaskan diri dari PERASAAN BERSALAH yang menghantui.
•   Membantu untuk berhenti merokok.
•   Mengatasi Panic Attack, suka tiba-tiba merasa ketakutan, atau cemas dan panik tanpa sebab.
•   Mudah merasa tersinggung atau sensitif terhadap kata-kata orang lain.
•   Paranoid, atau merasa takut orang lain akan mencelakakan dirinya atau selalu merasa dirinya dalam bahaya.
•   Membantu Menghancurkan MENTAL BLOCK.
•  Membantu Membebaskan diri dari PSIKOSOMATIS (penyakit yang disebabkan oleh pikiran, karena setelah dicek ke dokter            pun     tidak ditemukan ada yang sakit).

•    Mengatasi VAGINISMUS, FRIGIDITAS, atau DISPAREUNIA.
•    Dan berbagai kasus lainnya yang berhubungan dengan pikiran atau emosi.