Alkisah, ada seorang pemuda yg sangat amat mencintai wanita pujaan hatinya dan sangat ingin menjadikannya pasangan hidup.  Namun untuk dapat menjadi pasangannya,  wanita itu mengatakan bahwa dia adalah orang yang menuruti apa kata sang ibu. Apapun yg dikatakan ibu walaupun sang ayah berbeda pandangan, dia akan tetap wajib menuruti apa kata ibunya.

Jika sang ibu mengatakan tidak maka dia tidak bisa menolak. Dan ini berlaku untuk berbagai keputusan hidupnya. Jika ayah mengatakan saya harus beli baju baru karna baju lama saya sudah kumel namun ibu mengatakan tetap gunakan baju itu maka diapun akan tetap menggunakan baju tersebut. 

Sang ayah tidak bisa berbuat apa-apa jika sang ibu berkehendak beda. sang ayah pasti mengikuti. Kalau melawan yang akan hajab adalah diri sang anak tadi.

Dengan begitu, jalan satu-satunya agar sang lelaki tadi mampu mendapatkan pujaan hatinya, dia wajib harus punya kemampuan untuk berkomunikasi dan bernegosiasi dengan sang ibu..

Peristiwa ini adalah analogi dari diri kita sehari-hari. Sang anak adalah perilaku kita, sang ibu adalah pikiran bawah sadar (PBS) kita dan sang ayah adalah pikiran sadar (PS) kita.

Kita akan bertindak mengikuti apa yg diinginkan oleh bawah sadar kita. Walaupun Pikiran sadar (PS) mengatakan A namun bwh sadar (PBS)mengatakan B,maka kita akan tetap melakukan b. Karna PBS mempengaruhi 88 persen dari perilaku kita.

Cth. PS mengatakan rokok itu merugikan,PBS mengatakan rokok itu keren,macho,menghilangkan stres maka orang itu akan berperilaku merokok.

Pemahaman inilah yang harus kita dalami jika ingin mengubah Perilaku-Penyakit yang ditimbulkan oleh PIKIRAN BAWAH SADAR. Cth Vagisnismu, LGBT , FOBIA, Emosional, Trauma, Psikosomatis,  dst.


Bagi LGBT (lesbi misalnya), menurut PS bisa saja mencintai sesama jenis itu dilarang dan dosa namun bgai PBS mencintai sesama jenis adalah sumber kenikmatan maka orang itu akan menjadi pelaku lesbi.

untuk penderita fobia (contoh : fobia pesawat), menurut PS dipesawat akan aman, namun bagi PBS naik pesawat diasumsikan bakal terancam karna di Asosiasikan  akan timbul bahaya sehingga menjadikan orang itu sangat ketakutan saat mau naik pesawat..

Dengan begitu, jika ingin mengatasi perilaku-perilaku spt itu,kita harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bernegosiasi dgn PBS bukan malah memberinya obat tdr..

Kemampuan berkomunikasi dengan bawah sadar disebut dengan hipnosis.

Kemampuan utk memperbaiki pemikiran yang "salah" dari bawah sadar disebut dgn hipnoterapi..


Semoga Bermanfaat ya !!