Di Suatu desa, didepan pohon beringin yang besar, seorang anak bertanya kepada ayahnya. “ Pa, Apa yang membuat pohon ini besar dan kuat? “, lalu sang ayah mengambil gergaji mesin dan memotong pohon beringin tersebut, mulai dari batangnya dibelah, kemudian belahannya dibelah lagi, terus semua yang masih tampak berbentuk batang pohon dibelah, apa yang terjadi? Semua batang pohon yang dibelah tadi hanya menyisakan ruang Kosong. Bagaimana dia bisa begitu kuat dan keras?

 

Einstein pernah berujar, kalau apa yang kita sebut dengan benda padat (badan kita salah satunya) kebanyakan terdiri dari ruang kosong, dan lengkap dengan medan energinya. Disinilah kita tau bagaimana ternyata pohon beringin itu bisa berdiri gagah menjulang tinggi dikarenakan medan energy yang dimilikinya begitu kuat.

 

Sama dengan pohon beringin, ternyata tubuh kita juga memiliki medan energy. Yang mana kualitas dari medan energy kita tergantung dari kemampuan kita menggunakan emosi. Maksudnya?

 

Baiklah, saya akan mengajak anda untuk berlatih sejenak. Namun latihan ini sebaiknya dilakukan bersama pasangan. Jika anda sudah menemukan partner anda, ikuti langkah-langkah demonstrasinya :

 

  • Anda dan pasangan anda berdiri tegak.
  • Posisi berdiri, pasangan anda berada tepat didepan anda.
  • Rentangkan kedua tangan pasangan anda, kemudian anda tekan rentangan tangan pasangan anda kebawah dengan tangan anda, sementara pasangan anda akan menahannya.
  • Hanya tekanan seperlunya karena bukan dimaksudkan untuk adu kuat, sekedar untuk membedakan antara dampak reaksi emosi negative dan positif.
  • Lalu pasangan anda silahkan mengakses pengalaman yang mampu membuatnya mengakses emosi negative (marah,dendam,kesel), kemudian dalam imajinasinya bayangkan dia meluapkan kekesalannya terhadap “musuhnya”, baik dengan memaki, memukul, menampar, hanya dalam imajinasinya. Setelah dia puas, suruh dia anggukkan kepalanya. Setelah itu anda mulai menekan rentangan tangan pasangan anda kebawah.
  • Berikutnya, pasangan anda dipersilahkan untuk mengakses pengalaman yang mampu membuatnya mengakses emosi positif ( bersyukur, mencintai, damai), lalu minta dia menikmati imajinasinya itu dalam waktu 1 menit, setelah itu anda tekan rentangan tangan pasangan anda.
  • Lakukan test negative dulu dan kemudian positif karna efeknya yang terakhir membuat pasangan anda berkesan. Apa kesannya?

 

Setelah anda mengakses emosi negative dan tangan anda ditekan, maka tangan anda menjadi lemah dan akan tertekan kebawah ketika ditekan oleh pasangan anda, namun hal yang terbalik terjadi ketika anda mengakses emosi positif, rentangan anda akan tetap kuat bahkan bertambah kuat ketika anda telah mengakses emosi positif tadi.

 

Percobaan diatas membuktikan teori Einsten itu benar adanya. Didalam tubuh kita terdapat medan energy, terserah anda mau percaya atau tidak, namun seperti itulah nyatanya. Lalu apa hubungannya antara emosi dan energy. Emosi dalam bahasa inggris disebut Emotion. Dan disini banyak  para ahli mengartikan Emotion adalah Energy in Motion, yaitu energy yang bergerak.

 

Kembali kepercobaan diatas, ternyata yang menyebabkan tenaga kita melemah disaat kita sehabis mengakses emosi negative dikarenakan terjadinya pembuangan energy secara besar sehingga tubuh mengalami deficit energy.

 

Begitu juga sebaliknya. Ketika kita mengakses emosi positif, malah kita ternyata menarik energy dari pusat energy yang berada dialam semesta ini kedalam tubuh kita sehingga tubuh kita semakin kuat. Tahukah anda dimana medan energy terbesar dimuka bumi ini? Dibuku Agus Mustofa “Pusaran Energy Ka’bah”, ternyata Ka’bahlah medan energy terbesar dibumi ini, maka tidak heran jika kita banyak mendengar para Haji yang memang niat sungguh-sungguh menjalankan ibadah haji menemukan keajaiban-keajaiban dalam hidup. Baik sakitnya menjadi sembuh, atau karir dan rejekinya bertambah. Namun jika kedatangan haji dengan diawali dari niat yang tidak baik (hanya mencari title Haji untuk jadi calon pejabat daerah atau niat jelek lainnya, jangan salahkan juga jika tubuhnya menghukumnya dengan kehidupan yang menyakitkan buatnya.

 

Berbicara mengenai bagaimana hubungan kesehatan dengan penyakit, Bernie Siegel (seorang dokter bedah diamerika) di bukunya yang berjudul “ Love, Medicine and Miracle” berani menyatakan bahwa “ all disease is ultimate relate to a lack of love. Semua penyakit berakar pada ketiadaan atau keringnya cinta”. Lalu dihalaman lain dia juga berujar “ The Truth is : love heals” Cinta itu menyembuhkan, itulah sebuah kebenaran. Wow.. sebuah persepsi yang diambil dari pengalaman beliau sangat menambah wawasan saya dalam menemukan banyak fenomena-fenomena penyembuhan penyakit yang tidak saya pelajari dikuliah kedokteran.

 

pernah mendengar  fenomena anak bayi yang menderita Demam, tiba-tiba ketika orang tuanya datang dari luar kota yang sudah lama tak bertemu anaknya lalu memeluk sianak dengan cinta kasih, gak berapa lama kemudian demamnya hilang. Luar Biasa efek Cinta terhadap penyembuhan.

 

Tidak Heran bagaimana Gary Craig dengan EFTnya dan Richard Gordon dengan Quantum Touchnya memberikan sebuah Ilmu Healing yang luar biasa. Namun menurut saya dasarnya sama, release emosi negative dan berikan Cinta kasih. Namun dengan  tekhnik yang berbeda. Sekarang mari kembalikan topic ini kepada anda. Apakah anda memiliki gangguan kesehatan, rejeki, atau karir dalam menjalani hidup sekarang ini?? Jika iya, silahkan anda gali kembali ingatan anda? Apakah keluhan anda timbul setelah mengalami emosi tertentu, bisa bersifat menyalahkan orang lain maupun diri sendiri. Apakah anda memiliki emosi negatif yang terpendam lama? Dendam kesumat terhadap orang lain. Atau malah anda sendiri yang melabel Diri anda sebagai pribadi yang emosional, kalau itu sampai terjadi maka cepatlah anda Rubah identitas negative yang anda punyai itu sebelum anda Merugi.

 

    Dan pada akhirnya, saya teringat dengan film yang saya tonton kemarin yang berjudul The legend Of Bruce Lee. Seorang Ahli Beladiri yang sangat antusias menjadikan dirinya sebagai ahli beladiri terbaik diamerika. Untuk mewujudkan ambisinya itu dia menantang semua ahli beladiri diamerika, namun dalam pencarian mewujudkan ambisinya itu, dia berkonsultasi dengan professor ahli beladiri diamerika. Dan sang professor berujar “ Hai, Bruce, sebenarnya Rival Terbesarmu bukanlah musuh-musuhmu, rival terbesarmu ada pada dirimu sendiri”,  bruce lee adalah seorang yang sebelumnya sangat ambisius, dia tidak akan pernah berhenti berjuang sebelum impiannya tercapai.namun ada sisi negative beliau, dia seorang yang mudah tersulut emosinya, (istri saya sempat coment, “mudah kali dia emosi, mestinya dia ikut manajemen emosi sama abg”. Haha ). Setelah pola pikirnya lebih bijaksana, emosinya mampu dimanagenya, dia mampu menjadi tokoh yang melegenda pada jamannya. Sayang, diusianya ke 32 tahun dia meninggalkan dunia ini dikarenakan “katanya” dia diracun musuhnya.

 

Sebagai penutup. Saya mengajak pembaca agar pahamilah teori Energi ini. Bersinergilah dengan alam agar terus mampu mendapatkan masukan energynya melalui sikap positif (sedekah, berbagi, sabar, syukur, dan lain-lain ), jangan buang-buang energy anda dengan menyimpan energy negative (kesal, dendam, benci) yang berlarut-larut. Jika itu anda masih simpan sampai saat ini maka lepaskanlah/ maafkanlah. Dan untuk itu selalu berlatihlah untuk MEMANAGE EMOSI mu karena dengan itu kamu akan memiliki kualitas energy yang membuat hidupmu Bahagia.  

                Salam Sehat. You Know You Get

 

dr Dinno Rilando CCH, LM-NLP, CI

twitter        @dinnorilando

FB         dokter dinno

WA        081268268282