Atas permintaan beberapa sahabat, sejawat, klien dan alumni untuk memberikan cara agar terbebas dari perilaku merokok. Maka dalam buku  ini saya akan memberikan tips untuk terbebas dari pengaruh rokok, namun tetap menggunakan tips ini setelah melewati 3 langkah sebelumnya. Yaitu  sadari bahwa dirinya yang bertanggung jawab untuk terbebas dari rokok, sudah menemukan alasan yang kuat kenapa harus merokok, sudah menemukan analisa masalah kenapa pingin merokok, baru setelah itu gunakan tekhnik ini.

Adapun hal utama yang harus dipahami oleh Anda yang ingin terbebas dari perilaku merokok adalah konsepsi nikmat dikejar, sengsara dihindari. Ketika perilaku merokok dianggap suatu kenikmatan maka akan sulit terbebas dari perilaku tersebut. Buatlah suatu persepsi bahwa rokok itu suatu kesengsaraan.

Coba perhatikan orang yang berhenti merokok ketika sakit atau saat berpuasa. Hal itu terjadi karena ada kesengsaraan yang tercipta pada pikiran; saat itu merokok sungguh menyakitkan. Sehingga seseorang menghindari perbuatan merokoknya.

Oleh karena itu, sekarang buatlah lima alasan yang membuat Anda ingin berhenti merokok? Baik itu keuntungan yang didapat kalau berhenti merokok maupun kerugian yang diterima seandainya terus menjadi perokok. Contohnya, agar paru-paruku bersih dari pengaruh racun yang ada pada rokok. Anda boleh menuliskan alasan sebanyak-banyaknya. Semakin banyak semakin baik.

Selain dituliskan, Anda pun harus mendapatkan perasaannya. Karena perasaan itulah yang menggerakkan tindakan Anda nantinya. 

Caranya adalah dengan memutarkan film yang Anda tuliskan tersebut. Masuklah sebagai pemain dalam film itu. Misalkan alasan yang Anda tulis agar agar paru-paru Anda terbebas dari asap rokok. Sekarang bayangkan dan rasakan bahwa asap rokok tersebut masuk ke dalam paru-paru Anda, bagaimana keadaan paru-paru Anda saat racun-racun itu bekerja untuk merusak paru-paru Anda. Jika Anda sudah dapat merasakan kesengsaraan melihat paru-paru Anda menjadi sakit berarti cara Anda sudah tepat. Lakukanlah langkah selanjutnya.

Jika Anda belum bisa merasakan kesengsaraan dari yang Anda tulis, saya pertanyakan motivasi Anda. Jangan-jangan Anda tidak serius untuk berhenti merokok.

Anda harus ingat bahwa yang dapat merubah diri Anda adalah Anda sendiri. Saya hanya memberikan caranya. Jika Anda ikuti (Insya Allah) akan berhasil. 

Ketika Anda telah memiliki alasan yang cukup kuat untuk berhenti dari perilaku merokok, di bawah ini akan saya jelaskan tentang dua cara ampuh dalam menghentikan perilaku merokok tersebut. Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga Anda boleh memilih kedua cara yang saya berikan ini. Mungkin bagi sebagian orang cara pertama dinilai cukup manjur. Namun bagi sebagian lagi cara kedua yang jauh lebih efektif. 

 

Perhatian!! Menurut saya, tehnik yang akan saya bagikan ini terbilang sangat ekstrim. Sehingga tidak diperuntukkan bagi para penderita asma, penyakit jantung maupun penyakit paru-paru lainnya karena akan menimbulkan resiko kegawat daruratan.

 

Jika terjadi sesuatu hal yang berbahaya akibat melanggar aturan ini maka hal itu diluar tanggung jawab saya. Mohon diingat baik-baik, saya hanya merekomendasikan tehnik ini untuk para perokok yang berkeinginan kuat untuk berhenti merokok dengan tidak memiliki keluhan paru-paru dan jantung.

Nah, setelah mendapatkan emosi untuk terbebas dari perilaku merokok. Maka sekarang saatnya memilih tehnik yang paling pas bagi Anda untuk membebaskan diri dari perilaku merokok.

 

Menembus Ambang Candu

Bagi beberapa perokok, ketika disuruh merokok malah membuatnya akan semakin senang. Namun tatkala candunya menembus ambang batas maka si perokok akan eneg untuk terus merokok. Prinsip inilah yang akan kita gunakan dan dipadukan dengan prinsip mind body connection.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1.Ambil posisi relaksasi.

         Untuk tehnik ini, posisi duduk lebih baik dibandingkan berbaring.

2.Lakukan pernapasan relaksasi.

         Tarik napas selama 4 detik kemudian tahan selama 7 detik dan buang napas selama 8 detik. Lakukan sampai pikiran menjadi tenang. Dapat Anda lakukan sekitar 1 s.d 2 menit.

3. Tayangkan film.

Buatlah film di pikiran Anda bahwa sekarang Anda mengambil batang rokok dan letakkan di mulut Anda. Lalu bayangkan Anda mengambil pemantik api dan bakarlah rokok tersebut. Kemudian hiruplah asap rokok tersebut. Bagaimana? Enak, bukan? Rasakanlah secara perlahan udara tersebut masuk ke dalam paru-paru dan keluar ke udara ketika Anda hembuskan.

4. Selanjutnya, bayangkan!

Bayangkan saat ini Anda sedang mengambil sebatang rokok lagi dan letakkan di mulut Anda. Sehingga saat ini ada dua batang rokok di dalam mulut Anda. Bakar rokok tersebut sehingga asap yang masuk ke dalam paru-paru Anda menjadi bertambah dan pastikan Anda semakin menyukainya.

5. Masih nikmatkah?

Jika masih merasakan nikmat akan merokok, maka sekarang ambil tiga batang rokok lagi dan letakkan di mulut Anda berdampingan dengan rokok yang sudah ada sebelumnya. Bagimana rasanya? Masih nikmat? Atau, Anda sudah terbatuk-batuk dan merasakan ketidaknyamanan di napas Anda?

                   Lakukan hal tersebut sampai Anda merasakan kesengsaraan dari efek rokok tersebut. Memang tidak perlu harus sampai lima batang rokok. Tergantung kemampuan tubuh Anda. Kalau dua batang rokok sudah membuat Anda merasakan ketidaknyamanan, maka cukup dua batang saja, tidak perlu ditambahkan. Tergantung situasi.

6. Rasakan kesengsaraan.

Jika sudah berhasil merasakan kesengsaraan dari asap rokok tersebut, berikan sugesti ke dalam diri, “Mulai sekarang dan seterusnya, aku inginkan, aku ijinkan diriku terbebas dari asap rokok yang menyiksaku.”

7. Waktunya testing.

Jika sudah dan perasaan Anda sudah pulih kembali silahkan buka mata. Lalu teslah dengan merokok kembali? Bagaimana rasanya? Jika masih tidak nyaman dan Anda merasakan batuk, bayangkan di depan Anda ada vacuum cleaner yang fungsinya menyedot asap rokok yang masih tertinggal di paru-paru Anda.

                Ingat, ketika kita masuk ke dalam film dan berada di dalam cerita. Maka pada kondisi ini logika kita tidak berjalan sama sekali. Apapun yang diputarkan pada film pikiran, bagi tubuh dapat dijalankan.

                   Setelah semua asap sudah disedot maka paru-paru Anda normal kembali dalam menghirup oksigen. Kemudian buka matanya dan teslah dengan merokok kembali. Bagaimana perubahannya?

8. Ala bisa karena biasa.

Untuk membuat perilaku berhenti merokok ini menjadi permanen, Anda harus membiasakan tehnik ini dengan mengulang-ngulangnya kembali. Sehingga kesengsaraan itu bisa benar-benar tercipta di dalam pikiran Anda saat teringat akan merokok.

                Anda harus bisa mengasosiasikan ke dalam diri Anda bahwa merokok membuat Anda batuk-batuk dan sesak napas sehingga dapat menimbulkan kesengsaraan. Hal inilah yang akan membantu Anda untuk berhenti dari merokok.

 

Jika cara ini dirasa kurang berhasil, maka silahkan Anda gunakan cara kedua berikut ini. Kegagalan yang sering terjadi pada cara pertama dikarenakan tidak semua orang dalam melakukan imajinasi berhasil masuk ke dalam cerita imaji tersebut. Sehingga emosi yang ingin diakses tidak dapat keluar dengan baik.

Bagi orang yang proses imajinasinya kurang dalam, maka silahkan Anda gunakan cara kedua berikut ini. Prinsipnya hampir sama dengan cara pertama yaitu menembus ambang candu dari rokok tersebut. Hanya saja bedanya tidak dilakukan dengan berimajinasi, melainkan praktek secara langsung.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1.      Ambil posisi duduk atau berdiri. 
  2.      Ambil satu batang rokok lalu bakar dan hisap. Rasakan kenikmatannya.
  3.     Jika benar-benar dirasa nikmat, sekarang tambahkan satu batang rokok dan letakkan disamping rokok sebelumnya. Lalu rasakan? Jika masih nikmat, tambahkan satu batang rokok lagi sampai paru-paru Anda betul-betul merasakan ketidaknyamanan. Entah itu terasa sesak ataupun batuk-batuk. Walau dengan enam batang rokok belum menimbulkan kesengsaraan seperti batuk dan sesak napas, silahkan tambahkan lagi jumlah batang rokok yang ada. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menimbulkan kesengsaraan di dalam pikiran Anda. 
  4.   Jika sudah menimbulkan sesak napas dan batuk-batuk serta benar-benar Anda merasakan penderitaan, maka lakukan self suggestion“Ya, inilah yang ingin kurasakan saat aku merokok sehingga aku berhenti melakukannya lagi. Aku ingin merasakan ini sebelum semua sudah terlambat. Disaat paru-paru dan jantungku sudah tidak dapat diobatin lagi. Aku tidak ingin menyesal dikemudian hari.” 
  5.     Ulangi tehnik ini ketika masih ada keinginan untuk merokok lagi. Lakukan secara terus-menerus sampai timbul menjadi kebiasaan bahwa merokok itu membuat sengsara, bukan membuat nikmat. Silahkan Anda praktekkan!