Bagi semua klien, respons relaksasi bukan hanya merupakan anugerah jangka pendek melainkan juga penyembuhan jangka panjang. Herbert Benson MD di dalam bukunya Timeless Healing menuliskan perubahan-perubahan yang terjadi pasca terapi relaksasi, yaitu:


  • Pasien dengan hipertensi mengalami penurunan tekanan darah yang bermakna dan membutuhkan medikasi yang lebih sedikit atau bahkan tidak membutuhkan medikasi  setelah periode pengukuran tiga tahun (Eilen M. Stewart, C, MS).
  • Pasien dengan nyeri kronis mengalami penurunan keparahan, peningkatan aktifitas, penurunan kecemasan, penurunan depresi, penurunan kemarahan, dan mereka mengunjungi fasilitas kesehatan 36% lebih sedikit dalam dua tahun setelah menyelesaikan program dibandingkan sebelum terapi. (Margaret A. Caudill, MD, Ph.D).
  • 75% pasien dengan insomnia disembuhkan dan menjadi tidur dengan normal. Tidur juga membaik untuk 25% pasien lainnya, dan sebagian besar pasien lebih sedikit membutuhkan obat tidur (Greg D. Jacobs, Ph.D).
  • 36% wanita dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan menjadi hamil dalam enam bulan setelah menyelesaikan program terapi (Alice D. Domar, Ph.D).
  • Pasien dengan keluhan yang digambarkan sebagai psikosomatis dan yang sering menggunakan organisasi perawatan kesehatan mengalami penurunan jumlah kunjungan mereka sebesar 50% (Caroline J.C. Hellman, Ph.D).
  • Wanita yang menderita gejala sindroma Premenstruasi (PMS) mengalami penurunan keparahan 57%. Semakin parah PMS, semakin efektif penyembuhan dengan respons relaksasi (Irene L. Goodale, Ph.D).
  • Pasien dengan kanker dan AIDS mengalami penurunan gejala dan pengendalian mual dan muntah yang berkaitan dengan kemoterapi secara lebih baik (Ann Webster, Ph.D).
  • Pasien Aritmia jantung menggalami lebih sedikit serangan ( Herbert Benson, MD).
  • Pasien yang menderita kecemasan atau depresi ringan atau sedang menjadi lebih ringan kecemasan, depresi, kemarahan, dan sikap permusuhannya (Herbert Benson, MD).
  • Pasien yang menjalani prosedur Sinar-X yang menimbulkan nyeri mengalami lebih sedikit kecemasan dan nyeri dan membutuhkan sepertiga jumlah medikasi nyeri dan kecemasan dari yang biasanya diperlukan. (Carol L. Mandle, RN, Ph.D).
  • Pasien yang menjalani pembedahan jantung terbuka mengalami lebih sedikit aritmia dan lebih sedikit kecemasan setelah pembedahan (Jane Lesseman, Ph.D).
  • Penderita Migrain dan nyeri cluster merasakan serangannya lebih jarang dan lebih ringan  (Herbert Benson, MD).
  • Anak sekolah lanjutan merasakan peningkatan percaya diri (Herbert Benson, MD).
  • Orang bekerja merasakan penurunan gejala depresi, kecemasan, dan kemarahan (Patricia Carrington, Ph.D).
  • Orang bekerja memiliki lebih sedikit gejala medis, lebih sedikit hari sakit, peningkatan prestasi, dan tekanan darah yang lebih rendah ( Ruanne K.Petes, SD).

 

Pada bab yang lalu kita sudah  belajar bagaimana tentang peran Mind Body Connection. Saat ini kita memberdayakan tehnik relaksasi untuk berkomunikasi dengan tubuh agar sugesti yang kita berikan dapat menjadi program di dalam tubuh kita.

Mungkin diantara Anda pernah melakukan hal tersebut. Disaat kondisi tubuh sudah rileks menjelang tidur, Anda meniatkan untuk shalat tahajud di malam hari, bahkan sambil mengucapkan waktunya. Hebatnya, Anda memang terbangun di jam tersebut. Itulah yang saya maksud sebagai peran sugesti dapat menjadi program di dalam tubuh. Belakangan ini sering kita kenal dengan istilah pikiran bawah sadar.

Sebelum saya menunjukkan cara bagaimana melakukan relaksasi, terlebih dahulu saya akan meminta Anda untuk memilih sugesti yang bakal Anda pakai.  

Ada beberapa hal yang perlu disugesti saat kita dalam keadaan relaksasi, yakni:

  1. Sugesti untuk melepaskan kemelekatan. Seandainya kemelekatan itu terkait identitas sebagai orang yang pendendam, maka sugestinya adalah…  “Hai, Diriku! Aku sadari kesalahanku selama ini, akulah yang menjadikan identitasku sebagai pendendam dan itu yang membuatku menderita seperti saat ini. Maka mulai hari ini, aku ijinkan, aku inginkan dan aku perintahkan wahai, Diriku, untuk melepaskan identitas. Apapun yang melekat itu merupakan masa laluku. Kini, aku mengijinkan diriku untuk menatap masa depan dengan penuh kebahagiaan. Aku mengijinkan diriku menjadi seorang pemaaf.”(sambil putar film yang menayangkan Anda tengah memaafkan kesalahan orang tersebut)Seandainya yang melekat itu adalah sosok mantan yang dianggap paling bernilai (value), maka sugestinya, adalah… Hai, Diriku! Aku sadari kesalahanku selama ini, akulah yang menganggap bahwa mantanku (sebutkan namanya) itu adalah  hal yang penting dan begitu berarti buatku. Sehingga ketergantunganku akan kehadirannya membuatku menderita. Mulai hari ini, aku ijinkan, aku inginkan dan aku perintahkan wahai, Tubuhku, untuk melepaskan itu semua. Apapun yang melekat itu adalah masa laluku. Kini, aku menginjinkan diriku untuk menatap masa depan dengan penuh kebahagiaan walau tanpa bersamanya.” Seandainya yang melekat adalah keyakinan yang tidak memberdayakan (semisal putus asa), maka sugestinya adalah… Wahai, Diriku! Aku sadari kesalahanku selama ini, akulah yang menjadikan diriku yakin bahwa aku tidak punya harapan untuk sembuh. Inilah yang membuatku menderita seperti ini. Mulai hari ini, aku ijinkan, aku inginkan dan aku perintahkan wahai, Tubuhku, untuk melepaskan keyakinan yang melekat itu dariku. Apapun yang melekat itu adalah masa laluku. Sekarang, aku menginjinkan diriku untuk menatap masa depan dengan penuh rasa bahagia. Karena aku mulai yakin bahwa aku pasti bisa sembuh berkat izin Allah swt.” Inilah sugesti yang dapat Anda ucapkan ketika dalam keadaan rileks. Pahami dulu polanya, tidak perlu menghapal mati kalimatnya. Konsepnya adalah akui dulu bahwa kitalah sebagai pelaku. Kemudia pilih jenis kemelekatan yang merugikan pada diri Anda. Setelah itu, lanjutkan dengan  niat untuk melepaskannya Yang saya tuliskan di atas merupaka  satu contoh dari jenis-jenis kemelakatan yang ada (yakni identitas, value dan belief). Anda dapat menggantinya dengan kemelekatan yang ingin Anda lepaskan.
  2. Sugesti mengakui ketidakmampuan diri. “Hai, Diriku! Aku mengakui bahwa aku tidak memiliki persiapan dalam menghadapi kehidupan ini. Sehingga aku tidak mampu menghadapi kejadian yang terjadi saat ini. Aku akui, apa yang kualami adalah kekhilafanku. Maafkan Aku wahai, Diriku. Aku berjanji untuk memperbaiki diri, agar di masa yang akan datang, diri ini lebih siap menghadapi berbagai kejadian yang ada.” Sugesti ini diberikan saat kita mengalami stres akibat kejadian yang tidak kita prediksi. Semisal, perpisahan atau kehilangan. Umumnya, kegagalan seseorang dalam memprediksi suatu kejadian disebabkan karena ketidaktahuan orang tersebut terhadap konsep hukum irama. Setelah Anda memahami pola sugesti yang bakal diberikan, kini saatnya kita melakukan tehnik relaksasi. Berikut ini adalah langkah-langkahnyaAmbil posisi senyaman mungkin, boleh duduk maupun berbaring. Pastikan Anda mengambil posisi yang dapat membuat Anda tetap nyaman dalam durasi yang panjang
     Karena durasi waktu yang akan kita lakukan berkisar 15 s.d 30 menit.

 

1.         Lakukan pernapasan relaksasi.

         Metode pernapasan relaksasi adalah tarik napas melalui hidung, tahan dan buang napas melalui mulut. Lakukan dengan durasi 4-7-8, yakni 4 detik tarik napasnya, 7 detik tahan napasnya dan 8 detik buang napasnya.

         Lakukan pernapasan ini sampai Anda dapat merasakan bahwa pikiran semakin kosong, tidak ada pikiran yang bercabang. Dalam kondisi ini tubuh menjadi semakin nyaman dan malas untuk digerakkan. Lakukan pernapasan ini sekitar 2-3 menit. Rasakan pula tubuh Anda sudah benar-benar sangat rileks.

 

2.         Ajaklah tubuh untuk berkomunikasi.

a.         Kelopak Mata.

         Proses ini dimulai dari merelaksasi bagian kelopak mata terlebih dahulu, dengan berkomunikasi kepada bagian kelopak mata Anda. Caranya adalah sebagai berikut!

 


“Wahai, Kelopak Mataku! Aku ucapkan terima kasih karena selama ini telah membantuku menjalani kehidupan ini dengan baik. Engkau terbuka saat aku melihat dunia. Engkau terpejam saat aku tertidur. Namun untuk kali ini saja, untuk saat ini saja, wahai, Kelopak Mataku. Aku ijinkan, aku inginkan  dan aku perintahkan agar beristirahatlah, rilekslah dan tetaplah terpejam karena aku ingin melakukan relaksasi.”

 

Lakukan kalimat ini sampai Anda sudah merasakan kelopak mata itu benar-benar sudah rileks dan nyaman ketika terpejam. Jika belum bisa terpejam, coba koreksi, apakah niat anda bernar-benar mau rileks atau tidak? Sudahkah pernapasan Anda 4-7-8? Sudahkah cara berkomunikasi Anda terkesan memohon? Atau, sudahkah anda bicara dengan lembut?

 

b.    Bagian Leher.

Jika kelopak mata sudah rileks, sekarang ajak komunikasi bagian leher Anda.

 


“Wahai, Leherku! Kuucapkan terima kasih karena selama ini sudah membantuku untuk menyangga kepalaku. Namun untuk kali ini, saat ini aku ijinkan, aku inginkan serta aku perintahkan wahai, Leherku, beristirahatlah, rilekslah dan lemaslah.”

 

c.     Bagian Tangan.

Selanjunya, ajaklah bagian tangan Anda untuk berkomunikasi.

 


“Wahai, Tanganku! Kuucapkan terima kasih karena selama ini engkau membantuku untuk beraktifitas. Seperti mengangkat benda, menulis dan lainnya. Namun untuk saat ini saja, untuk kali ini saja Wahai, Tanganku, aku ijinkan, aku inginkan dan aku perintahkan agar beristirahatlah, rilekslah dan malaslah beraktifitas!”.

 

d.    Bagian Kaki.

Terakhir, ajaklah bagian kaki Anda untuk berkomunikasi.

 


“Wahai, Kakiku! Kuucapkan terima kasih karena selama ini engkau membantuku untuk menyangga tubuhku, berjalan dan berlari. Namun untuk kali ini saja, untuk saat ini saja aku ijinkan,aku inginkan dan  aku perintahkan agar rilekslah, lemaslah dan malaslah bergerak”.

Setelah benar-benar tubuh merasakan relaksasi yang dalam silahkan masukkan sugesti yang ingin Anda programkan ke dalam diri Anda. Kalimat sugesti tergantung dari kebutuhan Anda. Baik itu sugesti untuk melepas kemelekatan yang membelenggu maupun  sugesti terhadap pengakuan khilafan.