Sesuai dengan cara kerja perasaan, emosi diciptakan melalui gerak. Berdasarkan hal itu maka tehnik ini lebih fokus untuk merubah gerak seseorang.

Dalam dunia psikoterapi, tertawa merupakan sebuah terapi. Tertawa 5-10 menit perhari mampu merangsang pengeluaran endorphin, melatonin dan serotonin, yaitu sejenis morfin alami yang ada di dalam tubuh. Ketiga zat baik ini bermanfaat untuk otak sehingga kita dapat merasa lebih tenang.

 

Meskipun tertawa merupakan tehnik terapi yang mudah dilakukan, namun efeknya sangat luar biasa. Bahkan dapat menyembuhkan pasien dengan gangguan mental akibat stres berat. Tertawa dalam dunia medis, dapat dijadikan sebagai obat mujarab untuk gangguan stres atau gangguan penyakit jiwa lainnya. Antara lain:

  1.   Rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tertawa tidak saja bisa mengurangi rasa sakit tapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. (Rosemary Cogan dari Texas Tech University). 
  2.     Tertawa terbahak-bahak sangat bermanfaat bagi orang sehat. Tertawa bisa menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang melakukan joging di tempat. Sesudah tertawa tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti kalau habis berolahraga. Tertawa melatih diafragma otak, jantung, paru-paru, perut, juga membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan. Tertawa juga sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, dan depresi. (Dr. William Foy dari Stanford University). 
  3.     Tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh, yaitu epinephrine dan kortison yang mengalangi proses penyembuhan penyakit. (Dr. Lee Bark, imunologi dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat). 
  4.    Tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan sistem endocrine sehingga mendorong penyembuhan suatu penyakit. Tertawa akan menstimulasi otak untuk memproduksi hormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endorphin (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh. (Dr. William Frey, pakar biokimia dan direktur Dry Eye and Tears Research Center di Minneapolis, Amerika Serikat).
  5.    Tertawa bisa membantu para lanjut usia untuk tetap awet muda dan yang muda tetap awet muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga. (Prof. Dr. Lucille Name how, pakar yang menangani masalah penuaan dari Connecticut, Amerika Serikat).

 

Bagi mereka yang mengalami depresi berat, tingkatan untuk tertawa akan terasa lebih sulit dibanding dengan yang belum depresi. Maka yang harus dilakukan adalah meminta rangsangan dari pihak eksternal. Bisa dengan menonton film komedi atau melihat orang yang sedang tertawa dengan durasi yang lama. Setiap emosi itu menular, semakin lama Anda melihat orang lain tertawa Anda pun akan ikut tertawa.

Selain itu, Anda juga boleh mengakses pengalaman masa lalu yang terkesan konyol untuk ditertawakan atau juga dimulai dengan pura-pura tertawa ngakak selama 2 menit. Karena menurut ahli, tertawa yang sudah dilakukan selama 2 menit akan sulit untuk berhenti.

Agar hasil terapi dapat optimal dalam mengatasi stres, lakukanlah dengan durasi 10 menit per hari. Tidak perlu secara langung, Anda dapat mencicil durasinya. Asalkan jumlah cicilan itu jika diakumulasikan dalam sehari dapat mencapai angka 10 menit tersebut.

Maksud dicicil adalah jika mampu tertawa saat ini 3 menit, istirahatlah dulu. Lanjutkan beberapa waktu kemudian dengan tertawa misalkan 4 menit dan begitu selanjutnya. Hingga terakumulasi mencapai angka minimal 10 menit dalam sehari.